Pengembangan Usaha Mom Baby Spa
LANGKAH LANJUTAN MENGEMBANGKAN USAHA MOM BABY SPA
Hallo teman teman semuanya,dimanapun berada.
Sahabat preneur dimanapun berada,
Sahabat konten kreator dimanapun berada, semoga selalu diberikan
kesehatan, selalu dalam lindungan Allah SWT,Amin
Hal apa saja yang selanjutnya kita lakukan setelah selesai mengikuti pelatihan
mom baby spa, dan kita sudah menyiapkan tempat dan alatnya.
1.
Prinsip
yang harus kita ingat selalu,yaitu kita
membuka layanan mom baby spa, dan tujuan tersebut dituangkan dalam visi dan
misi kita. Jadi jauh sebelum kita membuka suatu usaha akan sangat baik bila
kita membuat suatu perencanaan usaha, dan biasanya saat kuliah di keperawatan
maupun kebidanan kita mendapatkan tugas ini,,nah teman teman bisa
menggunakannya,dan bisa direvisi sesuai dengan situasi dan kondisi serta
kebutuhan pada saat sekarang ini.
2.
Tujuan
membuka usaha mom baby spa sebaiknya dimulai dari munculnya masalah kesehatan yang
dihadapi oleh masyarakat sekitar kita. Jadi usaha yang kita buka nanti akan
sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah tersebut,misalnya masalah kesehatan
yang dialami oleh bayi,balita,anak dan ibu. Kita harus bisa mengkaji bagaimana
situasi kesehatan dilingkungan sekitar tempat menjalankan usaha,misalnya:
·
Berapa
jumlah balita di desa kita,hingga tingkat kecamatan.
·
Bagaimana
tingkat pendidikan orangtua, sosial ekonominya.
·
Adakah
bayi dengan gizi kurang,bayi prematur,bayi tidak diberikan ASI karena tingkat
pengetahuan yang kurang,adakah masalah kesehatan yang dialami oleh ibu hamil
misalnya ibu hamil dengan keluhan nyeri punggung, mudah lelah, sulit tidur di
malam hari,ibu hamil terlalu muda/terlalu tua,masalah pada ibu nifas seperti kesulitan
ibu saat menyusui,bendungan ASI,kurangnya pengetahuan ibu tentang MPASI dan
sebagainya.
·
Adakah
tenaga kesehatan yang membuka usaha yang sama dengan kita?berapa km jaraknya
dengan tempat kita?
·
Berapa
jarak fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta dengan tempat layanan kita?
·
Kesimpulannya
tujuan utama bukan untuk mendapatkan penghasilan yang banyak, karena bisa
menyebabkan kita menyerah diawal, kenapa demikian,karena memulai dari 0 suatu
usaha itu tidak mudah,membutuhkan kesabaran,keuletan, semangat/motivasi,kerja
keras,dukungan moril dan materiil dari orang terdekat,membutuhkan
mentor/memiliki dan bergabung dalam komunitas kecil pengusaha mom baby spa yang
bisa saling mensuport dan mengarahkan.
3.
Penting
sekali menjalin kerjasama dengan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan di
sekitar tempat menjalankan usaha.
·
Puskesmas,
alasan utama kenapa kita harus menjalin kerjasama atau MOU dengan puskesmas.
Berdasarkan Permenkes no.8 tahun 2014 BAB III tentang Penyelenggaraan Pelayanan
Kesehatan Spa, terdapat syarat managemen dalam mengelola kegiatan pelayanan
kesehatan SPA, baik Griya SPA Tirta 1,2 dan 3 harus memenuhi kepatuhan dan
ketersediaan perangkat, salah satunya adalah adanya jejaring untuk pelayanan
rujukan. Puskesmas adalah fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP)yang bertanggung jawab atas
kesehatan masyarakat,di wilayah kerjanya pada satu atau bagian wilayah
kecamatan. Fungsi dari Puskesmas yaitu melaksanakan pembinaan teknis terhadap
jaringan pelayanan dan upaya kesehatan berbasis masyarakat. Puskesmas juga
berfungsi melaksanakan pencatatan,pelaporan dan evaluasi terhadap
akses,mutu,dan cakupan pelayanan kesehatan, selain itu juga Puskesmas berfungsi
memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat, termasuk dukungan
terhadap sistem kewaspadaan diri dan respons penanggulangan penyakit. Dari
ketiga fungsi diatas yang sangat jelas bahwa usaha kita mom baby spa sangat
penting sekali untuk menjalin kerjasama dengan PUSKESMAS. Berdasarkan Peraturan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif no.4 tahun 2021 telah dijelaskan Therapis
yang menjalankan jasa layanan SPA harus memiliki STPT, dan persyaratan untuk
mengajukan STPT berdasarkan Permenkes no.8 tahun 2018, yaitu:
1)
Biodata
terapis
2)
Fotokopy
KTP
3)
Rekomendasi
dari asosiasi SPA,yang berbadan hukum berdasarkan Kualifikasi Kerja Nasional
Indonesia
4)
Fotokopy
sertifikat/ijazah Kompetensi Tetapis yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi
Kompetensi (LSK)atau Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
5)
Surat pengantar puskesmas setempat
6)
Pas foto ukuran 4x6cm sebanyak 2 lembar
7)
Izin teknis dari tempat bekerja atau rencana
tempat kerja
Dari
persyaratan pengajuan STPT, diatas terdapat surat pengantar puskesmas setempat,
dan untuk mendapatkan surat pengantar tersebut terlebih dahulu kita mengajukan
permohonan kepada Bapak/Ibu Kepala Puskesmas. Untuk mengajukan permohonan surat
pengantar dari Puskesmas untuk pengurusan STPT layanan mom baby spa kita harus
menyiapkan beberapa hal yaitu:
1)
Surat
permohonan kepada Bapak/Ibu Kepala Puskesmas
2)
Portofolio/Proposal
rencana kita menjalankan usaha mom baby spa
3)
Kita
lampirkan Ijazah terakhir kita khususnya kebidan/keperawatan
4)
Kita
sertakan fotokopy sertifikat pelatihan pendukung usaha mom baby spa
5)
Fotokopy
KTP,STR yang masih aktiv bila ada, pengalaman pekerjaan kita bila ada,SIK bila
ada,surat izin lingkungan sekitar tempat menjalankan usaha.
6)
Kita
lampirkan surat izin dari RT,RW maupun Desa/Kelurahan.
7)
Surat/NIB
OSS RBA yang sudah ada sebelumnya, bila sebelumnya jenis usahanya memilih KBLI Tukang
Pijat, atau KBLI Rumah Pijat. Lampiran yang kita bawa saat mengajukan ke
Puskesmas ini, tidak ada aturan khusus, namun alangkah baiknya kita siapkan semuanya.
· Bidan Desa di sekitar tempat menjalankan usaha.Kerjasama selanjutnya yaitu ke Bidan Desa setempat dimana menjalankan usaha mom baby spa. Tidak ada aturan khusus yang mengharuskan kita untuk menjalin kerjasama dengan Bidan Desa setempat, namun untuk menjalin hubungan yang baik dengan sesama tenaga kesehatan, yang sama sama menjalankan usaha dibidang kesehatan,sangatlah baik bila kerjasama ini dilakukan. Harapan kedepan apabila pada saat kita memberikan layanan mom baby spa, dan ditemukan masalah kesehatan pada bayi,ibu hamil/ibu nifas kita bisa berkolaborasi untuk mengatasi masalah tersebut, contoh:bila ada bayi yang datang ke layanan spa bayi kita, dan setelah kita lakukan pemeriksaan ,ditemukan gangguan pertumbuhan/gizi kurang/gagal tumbuh karena BB yang tidak naik, dilihat di buku KMS,maka kita bisa memberitahukan kepada Bidan Desa setempat, supaya bayi ini segera mendapatkan perhatian khusus baik dari keluarga bayi sendiri,Bidan desa setempat,dan Pemerintah Desa Setempat, untuk bisa segera mendapatkan intervensi dan pengobatan.
Komentar
Posting Komentar